I do not love you as if you were salt-rose, or topaz,
or the arrow of carnations the fire shoots off.
I love you as certain dark things are to be loved,
in secret, between the shadow and the soul.
I love you as the plant that never blooms
but carries in itself the light of hidden flowers;
thanks to your love a certain solid fragrance,
risen from the earth, lives darkly in my body.
I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly, without complexities or pride;
so I love you because I know no other way
than this: where I does not exist, nor you,
so close that your hand on my chest is my hand,
so close that your eyes close as I fall asleep.
note: well blame the night, blame this weird february 29th, blame my heartbeat with the changing, blame the last part of robbin williams in patch adams, blame me because so mellow for this time.
saya masih inget, saya beli Ino di carrefour dekat mtos, iseng awalnya buat ngelatih diri biar bisa lebih care sama yang lain, belinya waktu itu pas sudahan sholat maghrib, ditemani sama irin dan toso.
saya yang awalnya masih takut megang kura-kura akhirnya memberanikan diri juga, nama Ino sendiri muncul setelah dikasih saran sama seorang kakak. setelahnya saya mulai pedekate sama Ino, Ino juga mulai pedekate sama saya. dan setelah hampir tiga bulanan sama-sama Ino sudah mulai keluar aslinya, sudah tidak takut lagi sama saya.
rasanya banyak sekali yang sudah dilewatin sama Ino, saya pernah nangis di hadapan dia, pernah marah-marah sama dek nona karena lupa ganti airnya Ino waktu saya keluar kota, Ino yang mogok makan dan ternyata lagi sakit, Ino yang pernah keluar kandang dan sempat hilang, ketawa sama Ino, sedih sama Ino, dia yang paling tau aslinya saya seperti apa. Saya yang saya, bukan saya yang diluar. Dia tau. Ino tau.
dan hari ini, di waktu yang sama waktu saya ngebeli Ino, maghrib, Ino mati.
dia saya temukan di kandangnya, ngapung. ngga gerak ngga ngeriak-riak seperti biasanya begitu liat saya, saya kaget, terus ngambil dia, dan dia…. lemes. tidak gerak, matanya nutup, dan seolah-olah lagi tidur, tidak terlihat seperti kura-kura yang mati.
saya. tidak. tau. mau. bikin. apa.
maaf kalau saya cengeng, tapi yang bisa saya lakukan saat itu cuma nangis, nangis yang benar-benar nangis, rasanya sudah lama sekali ngga nangis seperti yang tadi, nangis yang bikin kepala sakit, mata capek.
dan itu semua karena Ino. sialan. bukan ke Ino, bukan ke saya juga, entah saya bilang sialan ke siapa.
mungkin kedepannya yang bisa bikin saya nangis lagi, ya Ino lagi. tiga bulan emang ngga lama, tapi itu sudah cukup. cukup ngebuat sampai sekarang saya tetep nangis pas ingatnya.
sekarang Ino sudah istirahat, besok pagi bakalan saya kuburin di halaman rumah.
kata kak nana dia bakalan jadi bidadari surga. semoga bener…
be the next Mr. Wardhana and Mr. Andri Hadi xD
I found this when randomly searching matter for IVED, kinda funny. Onew is really an old man now :]]